Bisnis
1.500 SPPG Terancam Ditutup, Mendikdasmen Tegaskan MBG Tetap Jalan
TODAY.ID, Bandung – Evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap ribuan satuan pelayanan bermasalah.
Pemerintah menyatakan sebanyak 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tengah dalam proses evaluasi, bahkan sebagian terancam kehilangan izin operasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan langkah tersebut diambil karena ditemukan pelaksanaan yang tidak sesuai ketentuan program.
“Ada 1.500 SPPG yang sekarang dievaluasi dan bahkan mungkin dicabut izinnya karena tidak melaksanakan MBG sebagaimana mestinya. Tapi MBG ini jalan terus karena ini kebijakan untuk membangun generasi yang kuat,” ujarnya saat kunjungan kerja di SMP Negeri 8 Pati, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, pengawasan ketat dilakukan oleh Badan Gizi Nasional guna memastikan standar program tetap terjaga. Evaluasi difokuskan pada SPPG yang dinilai tidak memenuhi aturan dalam distribusi maupun kualitas makanan.
Mu’ti menegaskan, meski ada temuan pelanggaran, program MBG sebagai kebijakan nasional tidak akan dihentikan. Pemerintah justru akan melakukan penyempurnaan terhadap pelaksanaannya di lapangan.
“Yang terus akan disempurnakan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), ini akan terus dilaksanakan. Kalau ada kurang-kurang itu nanti kita sempurnakan,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa perbaikan akan dilakukan tanpa mengorbankan capaian yang sudah berjalan. Program akan terus ditingkatkan sambil memperbaiki kekurangan yang ditemukan.
Data pemerintah menunjukkan, hingga saat ini sekitar 50 juta siswa di Indonesia telah menerima manfaat program MBG. Angka tersebut disebut mencapai lebih dari 90 persen dari total sasaran penerima.
“Kalau ada yang kurang, kita perbaiki, tapi yang sudah ada kita tingkatkan,” tandasnya.(*)