Bisnis

BGN Dorong Buruh Kolam di Cirata Purwakarta Jadi Bos Ikan

Published

on

Keramba jaring apung di Waduk Cirata, Purwakarta. (Foto: BGN)

TODAY.ID, Purwakarta – Kabar gembira datang untuk para pekerja karamba di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan skema khusus agar para buruh perikanan ini tidak lagi sekadar jadi penonton, melainkan kembali menjadi pemilik usaha mandiri yang hasil panennya bakal diserap oleh Program Makan Bergizi Gratis.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan komitmennya untuk mengubah nasib warga lokal.

Saat meninjau langsung lokasi karamba pekan lalu, Nanik meminta Pemkab Purwakarta membantu warga lokal dari pekerja menjadi pengusaha keramba di Waduk Cirata.

“Waduk ini milik negara. Maka, kembalikanlah mereka yang saat ini hanya menjadi pekerja karamba menjadi pemilik,” tegas Nanik dalam keterangannya, dikutip Senin (16/2/2026).

Keramba jaring apung di Waduk Cirata, Purwakarta. (Foto: BGN)

Selama ini, modal menjadi momok menakutkan bagi petani. Untuk satu musim tanam budidaya ikan, dibutuhkan dana segar sekitar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta.

Celakanya, harga pakan yang fluktuatif sering membuat petani buntung hingga terpaksa menjual aset mereka kepada pemodal besar.

Kondisi perairan Cirata pun kian sesak. Data per pertengahan 2025 menunjukkan ada 86.437 unit karamba di Waduk Cirata, padahal kapasitas idealnya hanya 21.792 unit.

Selain over-capacity, ancaman fenomena upwelling (pembalikan massa air) seringkali memicu kematian ikan massal yang bikin petani gigit jari.

“Setelah dijual, mereka yang semula memiliki karamba kemudian menjadi pekerja,” ujar Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin saat mendampingi Nanik.

Keramba jaring apung di Waduk Cirata, Purwakarta. (Foto: BGN)

Nanik memastikan hasil budidaya ikan warga, seperti patin atau nila, akan diprioritaskan untuk mengisi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Ikan-ikan ini nantinya menjadi sumber protein utama dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Asep, salah satu pekerja karamba, mengaku sangat antusias. Apalagi, kedua anaknya yang duduk di bangku SD sudah merasakan manfaat program makan gratis tersebut.

Dengan adanya dukungan modal dan kepastian pembeli dari pemerintah, ia optimis bisa kembali menjadi bos di kolamnya sendiri.(*)

Laman: 1 2 3

Exit mobile version