Bisnis
Minyakita Langka di Pasar Karawang, Ini Kata Bupati Aep Syaepuloh
TODAY.ID, Karawang – Ketersediaan komoditas minyak goreng bersubsidi merek Minyakita di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Karawang dilaporkan menipis.
Kondisi itu memicu keluhan warga, terutama ibu rumah tangga, yang kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau. Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan pasokan minyak goreng kembali lancar di pasaran.
“Kami segera berkoordinasi dengan Bulog,” kata Aep setelah menghadiri rapat bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karawang terkait penertiban reklame yang melanggar aturan, Kamis, 5 Maret 2026.
Aep menjelaskan, komunikasi dengan Bulog sempat tertunda karena adanya pergantian pimpinan di lembaga tersebut.
Ia mengaku akan segera menghubungi kepala Bulog yang baru agar distribusi minyak goreng bersubsidi dapat segera digelontorkan ke sejumlah titik penjualan di Karawang.
Selain langkah koordinasi, Pemerintah Kabupaten Karawang juga menyiapkan operasi pasar untuk membantu masyarakat memperoleh minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau.
Program ini direncanakan digelar dalam waktu dekat sebagai respons atas kelangkaan yang terjadi di pasar.
Menurut Aep, pelaksanaan operasi pasar tidak hanya melibatkan pemerintah kabupaten, tetapi juga akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi agar distribusi minyak goreng dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
Pemerintah daerah berharap koordinasi dengan berbagai pihak dapat mempercepat pelaksanaan operasi pasar sehingga pasokan minyak goreng kembali stabil.
Dengan begitu, kebutuhan masyarakat terhadap komoditas tersebut tetap terpenuhi, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri ketika permintaan biasanya meningkat.
Pemkab Karawang juga menargetkan harga minyak goreng di pasar kembali terkendali sehingga tidak memberatkan masyarakat.
Dalam pandangan pemerintah daerah, kestabilan pasokan menjadi kunci agar kepanikan di pasar tidak semakin meluas.(*)