Daerah
Dedi Mulyadi Ancam Pecat Kepsek yang Terima Titipan Siswa Sekolah Maung
TODAY.ID, Bandung – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung 2026 resmi dibuka, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menegaskan akan memecat kepala sekolah dan panitia seleksi yang terbukti menerima titipan siswa.
Hal itu disampaikan KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Senin (25/5/2026), bertepatan dengan hari pertama pendaftaran Sekolah Maung dibuka.
Pendaftaran sekolah unggulan di Jabar itu dijadwalkan berlangsung mulai 25 hingga 29 Mei 2026.
“Mulai tanggal 25-29 Mei, Sekolah Maung dilaksanakan pendaftaran calon siswa. Karena ini adalah anak-anak yang mempunyai kualifikasi unggul, baik di bidang akademik, maupun non-akademik, tidak boleh Sekolah Unggul ada titipan. Dari siapapun, atas nama apapun, dan untuk kepentingan apapun,” tegas Dedi Mulyadi.
Gubernur Jabar itu meminta seluruh kepala sekolah dan staf panitia untuk menjaga integritas selama proses seleksi berlangsung.
“Hindari berbagai praktik yang bertentangan dengan prinsip keunggulan itu sendiri,” katanya.
Sanksi yang disiapkan tidak hanya pemecatan. KDM menyebut proses hukum menanti siapa pun yang terbukti terlibat dalam penyimpangan seleksi masuk Sekolah Maung.
“Saya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapapun yang terlibat dalam proses yang tidak terpuji dari Sekolah Unggul. Manusia Unggul yang akan diciptakan, tidak boleh ada budaya titip menitip,” tegasnya.
KDM menegaskan proses hukum berlaku tanpa pengecualian.
“Dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapapun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan dalam menerima siswa baru di Sekolah Unggul atau Sekolah Manusia Unggul, Sekolah Maung,” tambahnya.
Tidak hanya pihak sekolah, para orang tua pun masuk dalam radar KDM. Ia menyatakan akan mengumumkan secara terbuka nama orang tua yang terbukti mencoba menitipkan anaknya.
“Kami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa (orang tua) yang menitipkan anaknya di sekolah unggul, yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,” ucap KDM.
Gubernur Jabar itu meyakini seluruh proses penerimaan SPMB Sekolah Maung akan berjalan dengan baik.
“Mari kita wujudkan anak-anak kita, menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,” pungkas Dedi Mulyadi.(*)