Daerah
Dedi Mulyadi Biayai Perawatan Korban Penyekapan di RSHS Bandung
TODAY.ID, Bandung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mengambil alih seluruh biaya pengobatan dan perawatan seorang perempuan yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh pacarnya. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Hasan Sadikin Bandung.
Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai menjenguk korban di rumah sakit, Senin (22/6/2026). Menurutnya, keluarga korban tidak perlu lagi memikirkan biaya pengobatan maupun proses administrasi kesehatan selama masa perawatan berlangsung.
“Seluruh biayanya saya tanggung sampai selesai. Jadi tidak usah lagi mencari ke BPJS atau ke mana-mana, termasuk tidak perlu ada open donasi. Pemprov Jabar bertanggung jawab terhadap warganya,” ujar Dedi.
Selain menjamin seluruh kebutuhan medis korban, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memberikan bantuan logistik kepada keluarga yang mendampingi selama proses perawatan. Bantuan tersebut diberikan agar keluarga dapat fokus mendampingi korban tanpa terbebani kebutuhan sehari-hari.
Dedi menegaskan dukungan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga yang menjadi korban tindak kekerasan.
Di sisi lain, Pemprov Jabar juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait penanganan kasus tersebut. Dedi mengaku telah berkomunikasi langsung dengan jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk memastikan proses penyelidikan berjalan maksimal.
“Saya sudah berkomunikasi dengan jajaran Polda. Saya yakin tidak akan lama lagi pelakunya tertangkap,” katanya.
Kasus penganiayaan yang menimpa korban menjadi perhatian publik setelah kondisi korban dilaporkan cukup serius hingga harus menjalani penanganan intensif di rumah sakit.
Aparat kepolisian saat ini masih memburu pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
Berkaca dari peristiwa tersebut, Dedi juga mengingatkan masyarakat, khususnya perempuan, agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah. Ia menilai peran keluarga menjadi penting dalam memberikan perlindungan dan pengawasan guna mencegah terjadinya tindak kekerasan.
“Hati-hati, waspada. Jika pergi dengan laki-laki, agar ditemani oleh pihak keluarga,” ujarnya.
Dedi juga mengingatkan pentingnya keterbukaan kepada orang tua dan keluarga mengenai aktivitas sehari-hari, terutama bagi perempuan muda.
Menurutnya, komunikasi yang baik dalam keluarga dapat menjadi salah satu langkah pencegahan terhadap berbagai risiko tindak kekerasan.(*)