Daerah
Dedi Mulyadi Kecam Intimidasi Warga Garut yang Kritik Jalan Rusak
TODAY.ID, Garut – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengecam peristiwa intimidasi terhadap warga Garut yang mengkritik kondisi jalan rusak di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.
Dedi Mulyadi mendesak Bupati Garut untuk segera bertindak menangani kasus intimidasi ini dan melarang keras seluruh aparat desa melakukan tindakan serupa terhadap warga yang menyampaikan kritik pembangunan.
Kecaman Dedi Mulyadi tersebut, menyusul viralnya video intimidasi terhadap seorang warga bernama Holis yang kerap mengkritik infrastruktur desa, khususnya kondisi jalan rusak.
“Kepada Bupati untuk segera menanganinya. Jangan membiarkan ada tindakan-tindakan intimidatif terhadap otokritik,” tegas Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah di akun media sosial pribadinya, dikutip Minggu (4/1/2025).
Dedi Mulyadi secara khusus mengingatkan jajaran aparat desa mulai dari kepala desa, perangkat desa, hingga Ketua RW, RT, dan kepala dusun agar tidak melakukan intimidasi atau pengancaman ketika ada warga yang mengkritik pembangunan.
Menurutnya, aparat harus menerima kritik ketika ada orang yang mengunggah pembangunan yang dirasa belum berkeadilan dengan lapang dada.
“Dalam dunia yang semakin terbuka, kita nih aparat, kalau ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan harus kita menerima dengan lapang dada. Selanjutnya kita berusaha untuk melakukan perubahan dan perbaikan,” ujar Gubernur Jabar.
Ia menegaskan bahwa era saat ini bukan lagi musim untuk anti kritik dan mencaci-maki orang yang menyampaikan kritik. Bahkan pemimpin harus tahan terhadap caci-maki sebagai konsekuensi dari jabatan yang diemban.
“Sudah bukan musimnya lagi kita anti kritik dan kita mencaci-maki orang yang mengkritik kita. Bahkan kita harus tahan terhadap caci-maki, karena bisa jadi kita ini jadi pemimpin salah satu hal yang harus kita alami adalah dicaci maki,” tegasnya.
Dedi Mulyadi juga meminta seluruh jajaran masyarakat dan kepala desa di lokasi kejadian untuk melakukan rekonsiliasi serta perbaikan pembangunan. Ia berharap peristiwa intimidasi serupa tidak terulang lagi di wilayah Jawa Barat.(*)