Daerah
Irigasi di Tasikmalaya Macet, Ini Respon Dedi Mulyadi
TODAY.ID, Tasikmalaya – Aliran irigasi di Tasikmalaya dinilai tidak optimal akibat banyaknya bangunan yang menyerobot sempadan hingga badan sungai.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, pihaknya tengah serius membenahi sistem pengairan Jawa Barat, dari jalur irigasi primer ke sekunder.
Namun, ia menyebut upaya ini akan sia-sia jika bangunan yang menghambat fungsi sungai tidak ditertibkan.
“Kami berkomitmen menyelesaikan masalah irigasi, tetapi rumah-rumah yang dibangun di sempadan sungai dan mengakibatkan sungai tidak berfungsi, mohon untuk dibongkar,” tegas Dedi dalam video yang diunggah di media sosial pribadinya, dikutip Kamis (30/4/2026).
Dedi menjelaskan, keberadaan bangunan di sempadan sungai tersebut memicu penyempitan aliran air. Hal tersebut mengakibatkan distribusi air pertanian dan kebutuhan warga lainnya menjadi tidak maksimal.
Melansir laman Bapenda Jabar, ditemukan sejumlah bangunan yang nekat berdiri tepat di atas badan sungai. Hal ini dinilai memperburuk kerusakan sistem pengairan dan memicu risiko banjir bandang di kawasan tersebut.
Pemprov Jabar menilai penertiban bangunan liar di kawasan sempadan adalah harga mati untuk mengembalikan fungsi sungai. Langkah ini penting demi memastikan keberlanjutan irigasi di Tasikmalaya.
Pembenahan ini merupakan bagian dari proyek besar meningkatkan kualitas infrastruktur dasar di Jawa Barat. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan air masyarakat, terutama petani, terpenuhi tanpa kendala.
Ke depan, pengawasan ketat akan dilakukan untuk mencegah pelanggaran serupa. Pemerintah menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan kelestarian lingkungan.(*)