Daerah
Siswa Sekolah Nyebrang Pakai Rakit, Ini Respon Bupati Cianjur
TODAY.ID, Cianjur – Jembatan gantung penghubung Kecamatan Cijati dan Kecamatan Kadupandak yang putus sejak 2021 akhirnya mendapat kepastian perbaikan.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian memastikan pembangunan ulang jembatan penghubung Desa Sukamahi dan Desa Neglasari akan dilakukan pada tahun 2026.
“Kami pastikan perbaikan jembatan penghubung Desa Sukamahi dengan Desa Neglasari diperbaiki pada 2026, agar aktivitas terutama pendidikan kembali normal,” ujar Wahyu dalam keterangan yang diterima, Selasa (9/12/2025).
Anggaran pembangunan akan bersumber dari Pemerintah Kabupaten Cianjur dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan begitu, akses utama antar desa dan kecamatan di wilayah ujung Cianjur itu diharapkan dapat kembali berfungsi normal tahun depan.
Putusnya jembatan yang dibangun pada 2007 itu membuat ratusan siswa terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit setiap hari. Kendati tersedia jalan alternatif, jarak tempuhnya jauh lebih lama sehingga banyak pelajar memilih menyebrangi sungai dengan risiko tinggi.
“Kami berharap pembangunan kembali jembatan yang putus dapat tuntas dengan cepat, sehingga aktivitas warga terutama anak sekolah tidak lagi menggunakan rakit menyeberangi sungai,” kata Wahyu.
Kepala Desa Sukamahi, Mahidin, mengungkapkan bahwa sejak jembatan tersebut roboh akibat bencana alam pada 2021, warga sudah berkali-kali mengajukan laporan ke Pemkab Cianjur namun belum juga mendapat perbaikan.
“Karena melintas dengan rakit lebih cepat, tapi risikonya tinggi. Kalau hujan, debit air tinggi dan deras, sehingga warga kami tidak jarang terpaksa menginap di Desa Neglasari,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa ketika cuaca buruk, rakit tidak bisa digunakan sehingga siswa maupun warga terpaksa membatalkan aktivitas atau pulang lebih lama. Kondisi ini berlangsung lebih dari empat tahun dan makin mengkhawatirkan keselamatan masyarakat.(*)