Peristiwa
Belasan Rumah di Cianjur Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai
TODAY.ID, Cianjur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur meningkatkan pengawasan di sejumlah titik rawan bencana menjelang musim hujan.
Langkah ini dilakukan menyusul laporan banjir yang sempat merendam sejumlah permukiman warga.
Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi mengatakan, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi, salah satunya membersihkan saluran air serta sungai dari tumpukan sampah yang berpotensi menghambat aliran air.
Salah satu kejadian banjir dilaporkan di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet. Luapan sungai di wilayah tersebut merendam belasan rumah warga.
Dua rumah di antaranya mengalami kerusakan berat sehingga pemilik dan keluarganya terpaksa mengungsi sementara.
Iwan menyebutkan, curah hujan di sejumlah wilayah utara Cianjur mulai meningkat, meskipun belum terjadi secara merata. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Cugenang, Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi.
“Meski belum merata, namun curah hujan di wilayah utara Cianjur seperti Cugenang, Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi, sudah mulai tinggi dengan intensitas lebih dari satu jam, sehingga dapat memicu terjadinya bencana alam,” kata Iwan dalam keterangan yang diterima, Senin (2/11/2026).
BPBD meminta warga yang tinggal di kawasan rawan bencana rutin membersihkan lingkungan dan memperhatikan tanda-tanda alam yang berpotensi menunjukkan akan terjadinya bencana.
Menurut Iwan, sebagian besar wilayah Cianjur, mulai dari utara hingga selatan, masuk zona merah rawan bencana.
Ancaman tersebut antara lain berasal dari luapan sungai serta tebing yang berpotensi longsor ketika diguyur hujan deras.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, ratusan relawan yang tersebar di 360 desa dan kecamatan di Cianjur disiagakan.
Mereka bertugas memantau kondisi wilayah, melaporkan kejadian, serta membantu penanganan darurat, termasuk evakuasi warga ketika ditemukan tanda-tanda akan terjadi bencana.
“Kami siagakan seluruh relawan yang ada, termasuk untuk membantu masyarakat membersihkan saluran air dan sungai dari sampah, sehingga saat hujan turun airnya tidak terhambat sehingga dapat merendam perkampungan,” katanya.
Iwan juga meminta pemerintah kecamatan dan desa menggerakkan masyarakat untuk melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan secara rutin setiap pekan. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko banjir maupun bencana lainnya.(*)