Peristiwa

Konflik Rumah Tangga di Bandung, Wanita Dibunuh Dalam Mobil

Published

on

Karikatur korban meninggal dunia. (Jabarnews)

TODAY.ID, Bandung – Kasus pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Nanda Tritami di Kota Bandung memasuki babak baru.

Polisi menetapkan pelaku berinisial CM yang merupakan adik ipar korban sebagai tersangka pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Kasatreskrim AKBP Anton mengatakan penyidik menemukan unsur perencanaan dalam aksi pembunuhan tersebut. Pelaku disebut telah membawa senjata tajam sebelum menemui korban.

“Ada unsur perencanaannya kami lihat di sini. Penyidik menerapkan pasal pembunuhan berencana karena pelaku sudah menyiapkan dengan niat untuk menghabisi nyawa korban,” kata Anton di Bandung, Jumat (15/5/2026).

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 339 KUHP, serta Pasal 338 KUHP.

Karikatur korban meninggal dunia. (Jabarnews)

Dari hasil penyelidikan, konflik keluarga menjadi pemicu utama aksi pembunuhan itu. Pelaku mengaku sakit hati karena korban dianggap terlalu ikut campur dalam persoalan rumah tangganya.

Menurut Anton, pelaku juga menilai korban menjadi penghalang dirinya untuk bertemu dengan anaknya sendiri.

“Korban menurut keterangan pelaku turut campur masalah kehidupan keluarganya,” ujarnya.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu pelaku mencari keberadaan korban hingga akhirnya keduanya bertemu di dalam mobil milik korban.

Pertemuan tersebut berubah menjadi percekcokan hebat yang berujung penusukan brutal di dalam kendaraan.

Karikatur korban meninggal dunia. (Jabarnews)

Polisi mengungkapkan pelaku telah membawa senjata tajam sebelum mendatangi korban. Fakta itu menjadi salah satu dasar kuat penyidik menetapkan pasal pembunuhan berencana.

“Dia sudah membawa alat-alat yang memang dia niatkan untuk melakukan kekerasan kepada korban,” kata Anton.

Hasil autopsi menunjukkan korban mengalami delapan luka tusukan di sejumlah bagian tubuh. Luka paling fatal berada di bagian dada hingga menembus paru-paru dan menyebabkan korban meninggal dunia.

“Dari hasil autopsi ada satu luka di bagian dada yang menembus paru, yang menyebabkan korban meninggal dunia,” tandasnya.(*)

Laman: 1 2 3

Exit mobile version