Peristiwa
Sopir Grab di Garut Dikeroyok Usai Tegur Pengemudi Angkot
TODAY.ID, Garut – Perselisihan di tengah kepadatan lalu lintas berujung pengeroyokan terhadap seorang sopir daring Grab di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Korban, Reza (26), mengalami luka pada bagian kepala, tangan, dan punggung setelah diduga dikeroyok dua orang pada Selasa (29/9/2026) siang.
Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Jalan KH Yusuf Taujirie, Kampung Pakemitan, Desa/Kecamatan Wanaraja.
Kejadian bermula ketika Reza sedang mengemudikan kendaraannya di tengah kondisi lalu lintas yang padat. Kendaraan korban kemudian terserempet angkutan kota jurusan Garut-Sukawening hingga membuat kaca spion kendaraannya terlipat.
Korban kemudian menegur pengemudi angkot. Namun, teguran tersebut berkembang menjadi perselisihan dan berujung dugaan kekerasan yang dilakukan dua orang.
“Korban kemudian menegur pengemudi angkot tersebut. Namun, terjadi perselisihan hingga korban diduga mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan oleh dua orang,” kata Susilo di Garut, Rabu (30/9/2026).
Akibat pengeroyokan tersebut, Reza harus mendapat penanganan medis di rumah sakit karena mengalami sejumlah luka.
Setelah kejadian, korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Wanaraja. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga mengamankan dua orang yang diduga terlibat.
Keduanya berinisial AJ (30) dan SMR (30), warga Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.
“Kedua pelaku selanjutnya diamankan di Polres Garut untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Susilo.
Selain memproses perkara tersebut, polisi juga mengambil langkah untuk mencegah kejadian berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Polres Garut mengumpulkan komunitas pengemudi ojek daring setelah kejadian tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menyampaikan informasi dan mengimbau para pengemudi agar tidak terprovokasi atau mengambil tindakan sendiri.
Susilo memastikan proses hukum terhadap kedua terduga pelaku tetap berjalan. Polisi juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga keamanan dan ketertiban selama penanganan perkara berlangsung.
“Polri mengimbau seluruh pihak untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi,” tandasnya.(*)