Wisata

Wisatawan Mengeluh Diare Usai Berkunjung ke Garut, Ini Respon Bupati

Published

on

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. (Foto: Net)

TODAY.ID, Garut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut masih menelusuri penyebab sejumlah wisatawan mengalami keluhan mual dan diare setelah berkunjung ke daerah tersebut.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut tengah melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan penyebab kejadian yang ramai diperbincangkan di media sosial itu.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, dirinya telah meminta Kepala Dinas Kesehatan untuk memeriksa langsung informasi tersebut dan melaporkan hasilnya kepada pemerintah daerah.

“Saya sudah minta Bu Kadis (Dinas Kesehatan) untuk melakukan verifikasi ke lapangan. Hasilnya mungkin nanti dilaporkan, pasti dilaporkan,” kata Syakur dalam keterangan yang diterima, (3/11/2026).

Syakur mengaku telah menerima informasi mengenai rombongan wisatawan yang berkunjung ke Garut beberapa waktu lalu. Setelah kembali ke daerah asal, sejumlah wisatawan dilaporkan mengalami diare hingga keluhannya menjadi perbincangan di media sosial.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. (Foto: Net)

Namun, ia mengingatkan bahwa dugaan diare tersebut berkaitan dengan kunjungan wisata ke Garut belum dapat dipastikan. Menurutnya, ada kemungkinan faktor lain yang menjadi penyebab sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Saya berharap ini baru dugaan saja,” katanya.

Meski penyebabnya belum diketahui, Pemkab Garut tetap memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.

Syakur meminta kewaspadaan ditingkatkan, terutama terkait kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat maupun wisatawan.

Ia juga menyoroti kondisi perubahan cuaca yang berpotensi memicu munculnya berbagai penyakit, termasuk diare. Karena itu, puskesmas diminta bersiaga untuk memberikan penanganan apabila ditemukan warga yang mengalami keluhan serupa.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. (Foto: Net)

“Cuma nanti barangkali teman-teman di puskesmas diminta siaga,” ujarnya.

Syakur mengimbau masyarakat, pelaku usaha makanan dan minuman, serta wisatawan agar memperhatikan kebersihan lingkungan dan makanan yang dikonsumsi.

Menurutnya, faktor higienitas, baik dari tempat pengolahan maupun makanan dan minuman, perlu menjadi perhatian untuk mencegah gangguan kesehatan.

“Ya, jaga kebersihan saja, karena kalau diare itu kan biasanya karena higienitas, bisa tempatnya, bisa lain-lainnya,” kata tandasnya.(*)

Laman: 1 2 3

Exit mobile version