Daerah

15 Sekolah di Zona Merah Bencana Cianjur Berpotensi Direlokasi

Published

on

Gempa bumi Cianjur. (Foto: Kompas.com)

TODAY.ID, Cianjur – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur mengidentifikasi sekitar 15 satuan pendidikan berada di zona rawan longsor dan pergeseran tanah.

Dari jumlah tersebut, dua sekolah dasar di Kecamatan Campaka dan Takokak menjadi prioritas untuk direlokasi pada tahun 2026 demi menjamin keselamatan peserta didik.

Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan dan verifikasi terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan bencana, khususnya di Kecamatan Campaka, Takokak, dan Kadupandak.

“Sebagian besar sekolah yang direlokasi terletak di wilayah rawan bencana terutama pergeseran tanah dan longsor yang kerap melanda wilayah selatan Cianjur, sehingga kegiatan belajar mengajar siswa didik terancam,” kata Ruhli dalam keterangan yang diterima, Senin (6/7/2026).

Berdasarkan hasil verifikasi sementara, terdapat sekitar 15 sekolah yang berada di zona merah bencana sehingga dinilai tidak lagi layak dipertahankan di lokasi saat ini. Pemerintah daerah menargetkan proses relokasi dilakukan setelah pendataan dan verifikasi selesai.

Gempa bumi Cianjur. (Foto: Kompas.com)

Dua sekolah yang diprioritaskan direlokasi tahun ini berada di Kecamatan Campaka dan Kecamatan Takokak.

Salah satunya adalah SDN Karya Mukti di Kecamatan Campaka yang kembali mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah meski telah dua kali memperoleh bantuan rehabilitasi.

Sementara itu, satu sekolah dasar di Kecamatan Takokak juga akan dipindahkan karena berada di kawasan yang kerap mengalami pergeseran tanah.

Selain dua sekolah tersebut, Disdikpora masih mendata sekitar 13 sekolah lain jenjang SD dan SMP yang berpotensi direlokasi.

“Kami berkoordinasi dengan dinas terkait di Pemkab Cianjur guna melakukan relokasi sejumlah sekolah yang saat ini masih dalam pendataan jumlah totalnya karena berada di wilayah rawan bencana terutama di wilayah selatan,” ujarnya.

Gempa bumi Cianjur. (Foto: Kompas.com)

Disdikpora terus berkoordinasi dengan Koordinator Pendidikan (Kordik), pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa untuk menentukan lokasi baru yang aman dari ancaman bencana.

Penentuan lahan relokasi dilakukan dengan memanfaatkan aset milik pemerintah daerah maupun tanah kas desa agar proses pemindahan sekolah dapat segera direalisasikan.

Menurut Ruhli, relokasi menjadi langkah jangka panjang untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman tanpa terganggu ancaman longsor maupun pergeseran tanah yang terus terjadi di sejumlah wilayah selatan Cianjur.(*)

Laman: 1 2 3

Exit mobile version