Daerah

Bupati Cianjur Ancam Cabut Izin Tempat Hiburan Langgar Aturan Ramadan

Published

on

Bupati Cianjur, dr Mohammad Wahyu Ferdian. (Foto: JabarNews)

TODAY.ID, Cianjur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menegaskan tidak akan mentoleransi pelanggaran aturan selama bulan Ramadan. Tempat hiburan malam yang tetap beroperasi terancam sanksi berat hingga pencabutan izin usaha.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Satpol PP Cianjur untuk melakukan patroli rutin ke sejumlah lokasi guna memastikan tidak ada aktivitas hiburan malam selama bulan puasa.

“Tempat hiburan malam tidak boleh beroperasi selama bulan puasa karena sebagian besar masyarakat Cianjur menjalankan ibadah sehingga segala bentuk kegiatan yang dapat mengganggu ditutup sementara,” ujar Wahyu dalam keterangan yang diterima, Kamis (19/2/2026).

Ia menegaskan, sanksi tegas akan dijatuhkan jika ditemukan pelanggaran, termasuk pencabutan izin usaha. Pemerintah daerah juga membuka ruang pelaporan bagi masyarakat apabila menemukan aktivitas yang mengganggu ketertiban selama Ramadan.

Namun, Wahyu meminta masyarakat tidak melakukan razia atau sweeping secara mandiri.

Bupati Cianjur, dr Mohammad Wahyu Ferdian. (Foto: JabarNews)

“Serahkan pada petugas kalau ada yang melanggar. Jangan sampai masyarakat yang melakukan razia atau sweeping ketika mendapati ada tempat hiburan malam, rumah makan dan warung makan yang melanggar,” katanya.

Selain tempat hiburan, rumah makan dan warung makan juga diminta mematuhi ketentuan jam operasional. Pemkab menetapkan aktivitas berjualan diperbolehkan satu jam menjelang waktu berbuka puasa dan tidak melayani makan di tempat sebelum waktu berbuka.

“Sanksi diberikan sesuai dengan peraturan yang berlaku bagi pelanggar. Silakan berjualan menjelang waktu berbuka, kalau ada yang melayani masyarakat yang tidak berpuasa silakan dilakukan secara tertutup,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, Cianjur yang dikenal sebagai kota santri memiliki mayoritas penduduk Muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Karena itu, suasana kondusif dan saling menghormati dinilai penting agar ibadah selama bulan suci dapat berlangsung aman dan nyaman.(*)

Laman: 1 2

Exit mobile version