Daerah
Dedi Mulyadi Minta Warga Laporkan Dugaan Jual Beli Kursi Sekolah
TODAY.ID, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta warga ikut mengawasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dan tidak ragu melaporkan dugaan pelanggaran yang ditemukan selama proses penerimaan siswa berlangsung.
Menurut Dedi, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan proses penerimaan murid baru berjalan objektif, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan seperti jual beli kursi sekolah maupun penyalahgunaan kewenangan.
Ia menegaskan setiap laporan yang disampaikan harus disertai data dan bukti yang jelas agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah maupun aparat penegak hukum.
“Di mana? Sebutin. Jangan isu, silakan sebutin. Siapa yang jual beli sebutin namanya, siapa gurunya, siapa pejabatnya, sebutin. Laporin aja. Ya laporin, proses hukum,” kata Dedi dalam keterangan yang diterima, Rabu (10/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul masih munculnya dugaan praktik kecurangan dalam proses penerimaan peserta didik baru di sejumlah daerah. Dedi menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan mentoleransi pelanggaran aturan yang berpotensi merugikan hak calon peserta didik.
Menurutnya, sistem SPMB 2026 telah dirancang untuk memperkecil peluang terjadinya manipulasi maupun intervensi dalam proses seleksi. Karena itu, pengawasan publik dinilai menjadi pelengkap penting untuk menjaga integritas pelaksanaan sistem tersebut.
Dedi mengatakan setiap informasi yang diterima pemerintah akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila ditemukan unsur pelanggaran.
Ia juga menepis anggapan bahwa akses ke sekolah negeri dapat dipengaruhi oleh jabatan atau kedekatan dengan pejabat tertentu.
“Sudah jelas, anak pejabat saja banyak yang tidak lulus,” tandasnya.(*)