Daerah
Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung Dibongkar, Produksinya Segini

Hengki menjelaskan, para tersangka diduga memiliki peran berbeda dalam aktivitas tersebut, mulai dari pembeli, peracik, pengantar, hingga koordinator pengiriman obat berdasarkan pesanan. Polisi masih mendalami peran masing-masing tersangka serta keterkaitan mereka dalam jaringan produksi dan distribusi.
Dalam penggerebekan di kawasan pergudangan tersebut, petugas menemukan bahan baku obat dalam jumlah berton-ton yang disimpan di puluhan drum.
Polisi juga menyita mesin cetak dan pemanas, puluhan telepon seluler, laptop yang berisi data penjualan, serta sejumlah buku rekening yang diduga berkaitan dengan aktivitas bisnis ilegal itu.
Berdasarkan peralatan yang ditemukan, fasilitas tersebut diperkirakan memiliki kapasitas produksi hingga 8 juta butir obat per hari. Sementara itu, persediaan bahan baku yang disita disebut berpotensi menghasilkan hingga 256 juta butir obat jenis Hexymer dan Tramadol.
“Kalau melihat alat-alat yang ada, pabrik ini bisa mencetak sampai 8 juta butir per hari. Distribusinya tidak hanya di wilayah Jawa Barat saja, tetapi juga mengincar pasar luar daerah seperti Jakarta,” kata Hengki.