Nasional
Waspada Deepfake, PWI Jabar dan JHB Akan Bawa Isu Kejahatan AI ke Komdigi

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data bahwa IASC telah menerima 702.342 laporan penipuan sejak November 2024 hingga 30 September 2026. Sebagai langkah tanggap darurat, sebanyak 702.833 rekening telah diblokir, sementara dana korban yang berhasil diselamatkan mencapai Rp811,1 miliar.
Menanggapi situasi genting tersebut, Ketua Panitia BDSF 2026, Yedi Supriyadi, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang secara khusus untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan praktis dalam menghadapi modus penipuan transaksi digital yang kian bervariasi. Ia menyatakan bahwa edukasi publik harus memberikan manfaat nyata dan langsung bagi warga.
Lebih lanjut, Yedi menjelaskan bahwa bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta para pedagang di pasaran, kebiasaan sederhana seperti memeriksa saldo rekening secara mandiri sebelum menyerahkan barang dagangan mutlak diperlukan.
Langkah preventif ini sangat penting karena bukti transfer digital melalui layar ponsel belum tentu menjamin pembayaran telah benar-benar masuk ke rekening penerima.
”Harapan PWI Jabar dan JHB, forum ini tak berhenti sebatas seremoni,” ujar Yedi saat berbicara mengenai persiapan BDSF 2026 beberapa waktu lalu.