Ikuti Kami:

Daerah

Poslogis Cianjur Kritik Keras Pemangkasan Insentif Guru Ngaji

Diterbitkan:

|

Ketua Presidium Poslogis Cianjur, Asep Toha
Ketua Presidium Poslogis Cianjur, Asep Toha
Ketua Presidium Poslogis Cianjur, Asep Toha. (Foto: JabarNews)

Selain itu, Asto mendorong penyusunan Perda Perlindungan Guru Ngaji sebagai jaminan hukum jangka panjang, serta integrasi nilai Ngaos, Mamaos, dan Maenpo dalam RPJMD dan APBD.

Baca Juga:  Walikota Sukabumi Imbau Warga Tidak Gelar Takbir Keliling Hari Raya Idul Fitri

“Sehingga keberlanjutan program terjamin,” katanya.

Asto menegaskan bahwa efisiensi fiskal tetap perlu, tetapi jangan sampai mengorbankan nilai budaya dan keadilan sosial.

Baca Juga:  Tagihan PBB di Bekasi Melonjak Tak Masuk Akal, Ini Respon Bapenda

“Tanpa koreksi, Perbup 18/2025 berpotensi menimbulkan krisis legitimasi, konflik sosial, serta erosi kepercayaan publik. Insentif guru ngaji harus tetap menjadi investasi moral dan budaya jangka panjang,” pungkasnya.(*)

Laman: 1 2 3