Daerah
Warga dan Pedagang di Cianjur Dibikin Resah Dengan Peredaran Uang Palsu

Cepi menyebutkan, perkiraan uang ini bukan dari pelanggan tetap. Tapi dari orang sekilas, yang belanja saat waktu sibuk-sibuknya melayani pembeli.
“Hal ini membuat lemas, karena terasa besar Rp100 ribu itu bagi pedagang seperti saya kang,” ujar Cepi.
Dia menambahkan, begitu tega membelikan dengan modus uang palsu itu ke pedagang kecil seperti dirinya.
”Artinya kan saya memutar uang hanya dari hasil jualan sayuran tiap hari. Tega sekali,” tutupnya.(*)