Daerah
Dedi Mulyadi Bakal Rekrut Besar-Besaran Tenaga Kerja Lulusan SD

Sebaliknya, ia mengkritik kecenderungan rekrutmen yang lebih menitikberatkan pada lulusan SMA hingga perguruan tinggi, tetapi minim keterlibatan langsung di lapangan.
Ia menilai pemerintah terlalu terjebak pada hierarki pendidikan dan melupakan kebutuhan praktis. Untuk itu, Dedi mengusulkan pembentukan divisi khusus yang fokus pada kebersihan dan infrastruktur tanpa persyaratan ijazah formal.
Ia membuka peluang bagi siapa pun yang memiliki keterampilan teknis, termasuk pekerjaan seperti perawatan jalan, pengelasan, hingga kebersihan lingkungan.
Para tenaga teknis tersebut direncanakan menerima upah sekitar Rp4,2 juta per bulan sebagai bentuk jaminan kesejahteraan. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
âJadi saya ingin rekrutmen 2026-2027 dengan jumlah besar, tapi inginnya tenaga yang dibutuhkan di lapangan untuk efisiensi,â ujar Dedi Mulyadi.