Peristiwa
Tiga Batu Raksasa Jatuh Dari Gunung Batu Lembang, Ini Sebabnya

Dari hasil analisis mekanisme, fenomena ini dikategorikan sebagai gerakan massa batuan tipe jatuhan (rockfall).
Pemicunya diperkirakan berasal dari kelemahan internal batuan akibat retakan dan pelapukan alami, getaran mikro yang tak tercatat dalam sistem utama, serta perubahan suhu dan proses pelapukan berulang yang memperparah keretakan.
“Wilayah tebing masih berpotensi mengalami jatuhan batu lanjutan, terutama saat musim peralihan atau terjadi getaran ringan. Area di bawah tebing, termasuk jalan dan permukiman warga, memiliki risiko tinggi,” tambahnya.
Sebagai langkah mitigasi, Badan Geologi merekomendasikan pemasangan jaring kawat pengaman (rock mesh) dan pagar penahan batu (rockfall barrier) di kaki tebing, pembatasan pembangunan di zona rawan, serta monitoring mikro-seismik di sekitar Sesar Lembang. Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar warga mengenali tanda-tanda awal retakan baru.
“Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kejadian serupa, terutama di sekitar tebing curam dengan batuan vulkanik yang sudah retak dan lapuk,” tegas Wafid.