Bisnis
Bio Farma Raih Primaniyarta Ke-12, Ekspor Vaksin Rp10 Triliun Lebih

Bio Farma berharap produk kesehatan Indonesia tidak hanya mampu bersaing di pasar global, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan kesehatan dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok kesehatan dunia.
Di tengah ekspansi pasar internasional, Bio Farma juga memperkuat penguasaan teknologi dan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dalam negeri.
Salah satunya melalui Bio-TCV, vaksin tifoid konjugat yang pengembangannya melibatkan kerja sama riset, transfer teknologi, uji klinis, serta evaluasi regulator hingga memperoleh persetujuan pemasaran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pengembangan Bio-TCV diarahkan untuk memperkuat penguasaan teknologi konjugasi dan kapasitas produksi vaksin nasional. Perusahaan juga berupaya menjaga ketersediaan produk, memperluas akses, serta menghadirkan vaksin berkualitas dengan harga kompetitif.
Selain itu, Bio Farma mengembangkan Bio-RV, vaksin rotavirus neonatal hasil kolaborasi dengan Murdoch Children’s Research Institute (MCRI). Vaksin tersebut telah memperoleh nomor izin edar dari BPOM pada 2 September 2026.