Ikuti Kami:

Daerah

DPRD Jabar Khawatir Sekolah Maung Picu Kesenjangan Baru

Diterbitkan:

|

Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung
Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung
Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung. (Foto: Ist)

“Setidaknya bagi mereka yang punya potensi kecerdasan, yang nanti disiapkan kemampuan untuk bersaing pada saat dia kuliah di perguruan tinggi nasional yang unggul. Bahkan dia bisa diproyeksikan, tembus ke perguruan tinggi tingkat dunia,” katanya.

Selain jalur akademik, Sekolah Maung juga dirancang menyasar penguatan pendidikan vokasi melalui konsep SMK unggulan. Namun DPRD menegaskan kualitas praktik dan pembelajaran harus menjadi perhatian utama.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Kasus Rabies, Pemkab Subang Siapkan 1.000 Vaksin

“Nah, itu dan yang kedua, anak-anak yang dipersiapkan masuk dunia kerja, yaitu SMK unggul, SMK Maung ya, itu juga tidak sekadar dia masuk sekolah, tapi lebih dari itu dia diberi kesempatan untuk mengalami pembelajaran yang berkualitas,” ujar Yomanius.

Baca Juga:  Lahan Hutan di Garut Dirusak Off Road Ilegal, Ini Respon Pengelola

Dalam pembahasan awal, Dinas Pendidikan Jawa Barat mengusulkan pembentukan 41 Sekolah Maung di berbagai wilayah. Namun Komisi V DPRD Jabar menilai rencana tersebut terlalu agresif untuk tahap awal implementasi tahun ajaran 2026-2027.

“Kita memandang sebaiknya tidak dulu semassif itu, tetapi cukup ambil beberapa yang dianggap kemudian menjadi pilot project,” katanya.

Laman: 1 2 3 4 5