Ikuti Kami:

Nasional

Diduga Korban TPPO, PMI Asal Cianjur Minta Dipulangkan Dari Libya

Diterbitkan:

|

Ilustrasi perdagangan orang
Ilustrasi perdagangan orang
Ilustrasi perdagangan orang. (Foto: Alines.id)

“Belum lagi tempat bekerjanya tidak sesuai yang dijanjikan. Bilangnya mau ditempatkan di Turki, tapi ternyata dipekerjakan di Libya,” katanya.

Ujang juga mengaku sempat mendatangi rumah sponsor yang memberangkatkan istrinya. Namun, rumah tersebut telah kosong. Menurut informasi yang diterimanya, sejumlah keluarga PMI lain juga mengalami persoalan serupa terkait proses pemberangkatan.

Baca Juga:  Ketua TP PKK Jabar: Ada 6.614 Anak di Jabar Menjadi Yatim Karena Covid-19

Kini keluarga berharap pemerintah dapat segera memfasilitasi pemulangan Ai agar dapat kembali berkumpul bersama keluarganya di Cianjur.

“Kasihan istri saya sering sakit, gaji hanya Rp4,3 juta tapi bekerja di dua rumah. Kami berharap bisa segera dipulangkan, berkumpul lagi dengan keluarga,” ujar Ujang.

Baca Juga:  Jadi Sorotan Publik, DPR RI Anggarkan Penggantian Gorden Rp 48,7 Miliar?

Menanggapi kasus tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Deny Widya Lesmana, mengatakan pihaknya telah mendatangi rumah keluarga korban untuk melakukan pendataan dan menindaklanjuti laporan.

Laman: 1 2 3 4