Ikuti Kami:

Peristiwa

Perang Sarung di Cimalaka Sumedang, Sepuluh Remaja Diciduk!

Diterbitkan:

|

Ilustrasi perang sarung. (Foto: Radar Bogor)

Kapolres Sumedang Sandityo Mahardika menegaskan tidak akan mentolerir aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan. Termasuk perang sarung yang dimodifikasi dengan benda keras atau tajam,” ujar Sandityo dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Baca Juga:  Innalillahi, Satu Orang Korban Keracunan Makanan di Lembang Meninggal Dunia

Ia menambahkan, patroli Tim Kujang merupakan langkah preventif dan represif terukur untuk mencegah berbagai tindak pidana seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor (C3), hingga aksi premanisme dan tawuran remaja.

“Patroli Tim Kujang Polres Sumedang merupakan langkah preventif dan represif secara terukur guna mencegah tindak pidana. Seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor (C3), serta aksi premanisme dan tawuran remaja,” tegasnya.

Baca Juga:  Kasus Pembunuhan Vina, Kejati Kembalikan Berkas Pegi ke Polda Jabar

Polres Sumedang memastikan patroli serupa akan terus digelar secara intensif pada jam-jam rawan hingga dini hari selama Ramadan. Kapolres juga mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terlibat dalam aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.(*)

Laman: 1 2