Ikuti Kami:

Daerah

DPRD Jabar Khawatir Sekolah Maung Picu Kesenjangan Baru

Diterbitkan:

|

Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung
Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung
Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung. (Foto: Ist)

DPRD mendorong agar program dimulai dari proyek percontohan yang lebih terbatas agar evaluasi terhadap kelebihan maupun persoalan di lapangan bisa dilakukan sebelum diperluas ke seluruh Jawa Barat.

Salah satu kekhawatiran utama DPRD adalah munculnya “kastanisasi” pendidikan seperti yang pernah terjadi pada program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang akhirnya dibatalkan Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga:  Bangun Solidaritas Sosial, Bupati Majalengka Resmikan Kampung Zakat

“Ya itu yang juga kita khawatirkan dan jangan sampai itu terjadi, karena itu akan mempertegas sekolah-sekolah Maung, yang kemudian menjadi tujuan anak-anak lintas zonasi untuk bisa masuk ke sana,” ujarnya.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 2,7 Goyang Majalengka Dini Hari Pada Kedalaman 11 KM

Menurut Yomanius, konsep sekolah unggulan dengan fasilitas dan dukungan lebih besar berpotensi menciptakan kesenjangan antar sekolah jika tidak dikontrol secara ketat.

“Selanjutnya juga kita menaruh perhatian, kekhawatiran atas kastanisasi. RSBI kasta paling tinggi, kemudian SMA-SMA lainnya termasuk swasta, kasta-kasta lebih bawah,” katanya.

Laman: 1 2 3 4 5